xixixixi… lately I am so happy. Err, engga juga actually, I just made myself happy. We have to change our point of view, kan? Karena stresso bisa menimbulkan jerawat, mencegah jelas lebih baik daripada mengobati, bukan?? Uh, life was so beautiful ;-))
Ada yang bilang: “rejeki engga akan kemana”. Dulu gw pikir itu Cuma motto orang-orang pemalas, tapi lately gw sering ngalamin rejeki datang di saat-saat terakhir, when I was lost in hope… eventually, I was saved, tentunya oleh Tuhan yang mengirimkan bantuanNya lewat berbagai cara. Ngga percaya? Gw berhasil bayar kos tahunan gw yang enam digit pada last minute (Tapi, teteup aja as an ordinary human being, gw masih sering worry, hehe…)
I decide to left my new job as a private english teacher, because I feel that I don’t have enough time left. I have to focus on my thesis, eventhough –of course~I am worrying about how I’m gonna survive… tung-itung-itung, berapa saldo tersisa di bank, dan gw proyeksikan kapan gw kerja dan bisa menghasilkan uang lagi, hmm… tandanya gw harus hidup di bawah kemiskinan selama beberapa bulan ini, hohoho… tapi, ternyata tiba-tiba gw ditawari proyek. Lepas satu proyek, datang lagi proyek yang lain. walaupun Cuma sebentar dan honornya standar, that’s all I need. Less time better, karena fokus gw saat ini bukan untuk mencari uang.
Walaupun tentu saja, gw menghayati benar kata2 nyokap yang dulu Cuma mental dari kuping gw, “nyari uang tuh susah.” Waste money tuh kerjaan paling gampang sedunia, buktinya kita pasti bisa kalo disuruh ngabisin duit 100 juta dalam waktu satu jam! Tapi, nyarinya? Setengah mati.. pressure dalam kerjaan proyek tuh besar banget, bahkan kalau lagi stresso, sesaat bisa muncul niatan untuk bunuh diri, xixixixi…
karena itulah, such a shame kalau ada beberapa orang yang enggak menghargai uang, and of course: makanan. Nggak peka banget sama orang-orang di Somalia yang pada kelaparan dan busung lapar. Such a shame, such a waste.
Ingat kata Yamada Taro (poor price –komik jepang):
“barangsiapa mentertawakan satu yen, dia akan menangis karena satu yen.”