Thursday, December 07, 2006
you may call it as a sign from God

Beberapa hari ini gw sibuk merencanakan aksi balas dendam yang “manis” supaya dia –orang itu, the liar man- kapok. Kenapa? Karena untuk kejahatan macam ini, gw nggak bisa melupakan semuanya begitu saja tanpa melihat orang itu menderita terlebih dahulu. Bagi gw pencemaran nama baik itu sangat serius. FITNAH, BO! Rasanya, seperti ditusuk dari belakang, diiris dengan sembilu, atau bahkan menabur luka dengan garam. Gw bahkan sudah meminta nomer HP barunya untuk mengirimi sms penuh makian buat dia. He deserve it.

Tapi………………….. akhirnya sudah gw putuskan untuk memaafkan dia saja. Kenapa? Karena kemarin tiba-tiba gw menemukan sebuah file dalam dokumen gw yang sudah lama gw simpan dan nggak pernah sempat gw buka.

 

you may call it as a sign from God………………………..

Doa Malam ... diinterupsi oleh Tuhan

Bapa di surga …

Ya?

Jangan menyela. Aku sedang berdoa.

Tapi kamu memanggil-Ku.

Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.

 

Bapa di surga….

Nah, ya'kan, kamu melakukannya lagi.

Melakukan apa?

Memanggil-Ku. Kamu bilang, “Bapa di surga.” Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?

 

 Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini'kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.

Oh, baiklah. Teruskan.

Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu…..

Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?

Apa?

Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?

Aku…yah…aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.

 

Oh, baiklah. Teruskan…

Teruskan?

Ya, teruskan doamu.

Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita …

Apakah kamu bersungguh-sungguh?

Ya, tentu saja.

Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?

Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.

 

Apakah Aku berkuasa atasmu?

Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak…

 

Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang…semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?   

 

Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja setiap hari Minggu.

Ah, maaf.  Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya……seperti kamu misalnya.

 

Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama dari biasanya.

Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita.

Maksudmu orang-orang seperti Dion?

 

Dion?

Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.

Dion … tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke gereja.

Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?

Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin…

Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan menderita.

Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.

Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap Misa.

 

Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari “Pengkritikan-ku"?  Aku ini sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.

Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu'kan? Ayo...

 

Aku tidak mau.

Kenapa tidak mau?

Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.

Ayo, coba dan lihatlah.

Ampunilah segala dosaku … dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.

 

Bagaimana dengan Billy?

Nah, betul'kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan, ia berbohong tentang aku sehingga aku dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar, padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!

 

Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?

Aku tidak bersungguh-sungguh.

Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa dendammu itu kemana-mana, ya'kan?

Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu terbalaskan.

 

Kamu mau tahu suatu rahasia?

Rahasia apa?

Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku, kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.

Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.

Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.

 

Sungguh, apa pun yang terjadi?

Sungguh, apa pun yang terjadi.

 

Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.

Oh, ya …bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari pencobaan.

Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.

 

Apa maksud-Mu, Tuhan?

Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana. Sebagian dari yang ditawarkan di sana, cepat atau lambat akan mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan … dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar darurat.

 

Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.

Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali… kamu terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. “Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.” Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?

Hmmm, aku tidak….Oh ya,….ketika guruku memergokiku menonton film tentang….Astaga!

 

Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? “Ya Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas.” Dia tidak melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya'kan?

Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.

Baik, lanjutkan doamu. 

Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu mendengarkan doa-doaku?

 

Ya, setiap kata; setiap saat.

Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?

Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata “Amin”-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat menjawabmu?

Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.

Tidak. Aku dapat hanya jika “kamu” sungguh menghendakinya.

Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.

Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?

Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu.

 

Selamat malam. Aku mengasihimu.

Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga. 


Posted at 11:44 am by stephanie_cute

Oskar
December 16, 2006   07:46 AM PST
 
Er... ga ngerti :P

Gimana Astra-nya? Mudah - mudahan sukses ;)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry



stephanie_cute
September 26th
Female
Indonesia
welcome to my blog!

occupations: student at padjajaran university, majoring economy management

favorites movies: comedy, superhero, and sci-fi movies.

favorite books: self-help books; you can win-siv khera (u got to read this!! if u want to, i can give u the pdf file), and autobiography books such as soe hok gie.

favorite food: any food that not contains sea food, frog, goat, duck, and other weird animal (i think we shouldn't be too greedy, should we?)

interest: fashion design (hopefully someday i could make my own fashion brand) and marketing.

   

<< December 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31

it's me!!!

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed