|
|
 |
 |
|
Wednesday, November 29, 2006
Baru aja nonton James Bond di Paris Van Java, mall
terbaru di Bandung, paling gres dan
fresh (maksudnya bahkan belum beres dibangun). Iyah, di Bandung emang kayak
gitu deh, belum jadi aja udah dilaunching, dan cara ampuhnya apalagi kalau
bukan diskon nomat bioskop. Dulu pas cihampelas walk baru buka, ramainya
gara-gara 21, karena harga nomatnya paling murah dibandingkan bioskop lain. hal
ini diikuti pula oleh Braga City Walk, yang sampai sekarang harga nomatnya Cuma
Rp 12,500. btw, ternyata Cuma di Bandung aja yang nomatnya senin-selasa, sedangkan di kota lain Cuma senin aja.
I wonder why? Apa gara-gara anak muda Bandung yang senang
nonton dan nongkrong? Hmm…
Eniwei, bioskopnya punya nama sendiri,
yaitu BLITZ megaplex. Konsepnya sih bagus, yaitu merupakan bioskop paling besar
di Indonesia, dan perpaduan antara theatre, pool, café, outdoor café, dan music
download. Cuma, dalam pelaksanaannya ada beberapa yang kurang sreg, contohnya
antrian dan posisi cafe. Gw yakin pasti ini investasi besar-besaran, karena gedungnya
mewah abis, Jakarta aja kalah deh!
bener2 convenience banget, bikin nyaman pengunjungnya. Cuma, mungkin mereka
enggak memperhitungkan kalau kebanyakan orang Indonesia, uhm, well.. well...
nonton hanya untuk nonton, dan bukan ke café. Jadi, di mejanya ada tulisan,
“bangku ini hanya untuk yang memesan di café.” Hehehe, tentu aja kebanyakan
orang-orang pada bandel dan enggak peduli. Lagian, disana nggak ada tempat
duduk free, dan tempat duduk lain jauhnya setengah mati (mau ke carefour aja
jauh banget bo!).
lalu, antriannya ini yang paling bete. Aneh gitu loh, ada 5
loket, tapi antriannya Cuma 1! Iyah, 1 antrian untuk 5 loket… alhasil,
pengunjung harus menghadapi antrian bak ular naga panjangnya. Lantas kalo gitu
ngapain coba ada 5 loket. Emang sih, dalam kecepatan mungkin enggak beda jauh,
tapi ngaruh nggak sih ke psikologis kita sebagai konsumen kalo melihat satu
antrian yang panjangnya bukan kepalang? Kita pasti lebih relieved kalo ngeliat lima antrian yang
panjangnya medium. Kadang-kadang kalo ngeliat antrian segitu bujubuneng, jadi
il-feel, males nonton.
Well2… tapi gw merasakan banget susahnya mengejawantahkan
konsep ke dalam pelaksanaan. Konsep sih emang selalu ideal, tapi dalam
pelaksanaannya selalu aja ada yang salah. Eniwei, gw merasakan banget di
manajemen Unpad (atau mungkin di sekolah manajemen lain), kita kurang diajarin
soal research. Padahal, as manager, research itu ibarat ujung tombak kita.
setiap kita mau melakukan apapun, we always based on research. Kenapa? Karena
tanpa data dan fakta, kita bagaikan orang buta yang hanya bisa meraba-raba saja.
Posted at 03:11 pm by stephanie_cute
Permalink
Gaji besar dengan kepuasan kecil, atau gaji kecil dengan kepuasan besar?
Tentu saja semua orang memilih gaji besar dengan kepuasan besar, atau bahkan kita berpikir gaji besar pastinya mendatangkan kepuasan. Tapi, faktanya, kepuasan seseorang nggak selalu diukur dengan berapa digit salary-nya, tapi lebih kepada minat, lingkungan kerja, dan banyak variabel lainnya.
Dulu, gw juga selalu ingin bekerja di dalam perusahaan besar dengan gaji besar. Gw sama temen gw selalu berkata begini, "kita mah mau kerja dimana aja, di perusahaan yang mau menggaji kita dengan besar." Tapi, ada tapinya lokh,… gw nggak mau kerja di BUMN, walaupun notabene BUMN tuh lahan basah yang bisa mendatangkan fulus banyak… (tapi, nggak tau juga yah kalo nantinya kejebur juga karena satu dan lain hal, hehehe…)
And then, teman gw itu lulus kuliah dan kemudian diterima di satu perusahaan lokal ternama yang memberi gaji di atas rata-rata gaji di Indonesia. Oh, tentu saja pada awalnya timbul rasa kebanggaan sekaligus bahagia, karena artinya dia nggak perlu hidup di bawah garis kemiskinan. Gw juga salut sama dia, karena dia bisa merealisasikan mimpinya, sedangkan gw, moga-moga aja nyusul dia, hehehe…
Tapi, semakin lama, there's something wrong. Ternyata gaji besar dan perusahaan besar nggak menjamin kita bisa berkembang dengan baik. intinya, dia nggak betah dan pengen cabut darisana, tapi terbentur ketakutan kalau nanti dia tidak bisa menyesuaikan lifestyle bila gajinya mengecil. Selain itu, banyak banget pengalaman dari teman-teman gw, bahwa kepuasan seseorang itu relatif. Tapi, sekali lagi idealisme selalu terbentur dengan kenyataan. Banyak banget kaum metropolis yang bahagia hanya pada akhir bulan, yaitu pada saatnya gajian. Ungkapan I hate Monday, or can't wait 'till Friday selalu menghantui kaum pekerja di perkotaan. Pertanyaan gw, ada nggak sih pekerjaan yang bener-bener bisa kita nikmati, hingga kita bisa menikmati setiap hari, bahkan hari senin?
Ketika kita terbentur dengan realita, yang mana yang harus kita pilih, kepuasan batin atau gaji? Gw rasa jawabannya tergantung dari pribadi kita masing-masing.
Ada juga teman gw yang memilih pilihan pertama. Dia rela digaji minim dan setiap hari berdesak-desakan di kereta ayam (kereta ekonomi jakarta-bogor, red.), hanya karena satu alasan, "orang-orangnya enak banget!". Wow, salut banget! Awalnya gw berpikir dia bodoh, tapi setelah mengalaminya sendiri (gw udah sering alih profesi niy, hehe…), ternyata gaji memang bukan selalu prioritas utama.
Kalo gw sendiri… sampai sekarang gw masih belum tahu mana yang akan gw pilih, tapi yang pasti, kalo gw nggak betah di tempat kerja gw, gw nggak akan bertahan hanya karena alasan gaji. At least I've tried… lah ngapain nyiksa diri sendiri?
Posted at 02:57 pm by stephanie_cute
Permalink
sumanto is in the business
Yups, at least acara “om farhan”
berhasil mengeksploitasi Sumanto dua kali dalam sebulan ini. Ditambah lagi
dengan sekian acara investigasi yang menayangkan kehidupan Sumanto selepas dari
jeruji penjara. But, there’s no exploitation in e business, karena
entertainment memang eksploitasi manusia, kan? Makanya semua seleb mencak2 karena
kehidupan pribadinya diobrak-abrik. That’s the deal, dude!
Bedanya, mungkin nggak banyak kasus
masyarakat desa kayak Sumanto yang mendadak jadi selebritis.. tapi semua
manusia yang disorot publik layak dianggap selebriti kok. I just wish that he
got the royalties. Ibarat seorang Delon yang mendadak kaya karena jadi idola Indonesia,
Sumanto pun layak mengalami kenaikan taraf hidup, seiring dengan kenaikan
rating yang diterima para stasiun televisi yang menayangkan sosoknya.
Posted at 02:53 pm by stephanie_cute
Permalink
Saturday, November 18, 2006
Sebelum gw magang, gw nggak tahu kalau yang menentukan kesuksesan seseorang adalah lebih kepada soft skills-nya. Ibarat sebuah komputer, hardware atau kemampuan berpikir tidak ada gunanya tanpa ditunjang oleh software yang handal. soft skills consist leadership ability, mingle with people, negotiation skill, etc. kesemuanya itulah yang nantinya akan membantu kita mendapatkan pekerjaan, menentukan betah atau tidaknya kita disana, dan menunjang kita dapat promosi naik jabatan.
Face it lah, orang-orang pemikir akan dikalahkan oleh para penjilat. Itu kasarnya, tapi faktanya memang kita harus pintar speaking-speaking untuk menunjukkan sama orang-orang kalau kita exist. Sekali lagi, mungkin skripsi bagus juga dijadikan ajang untuk menempa diri menjadi though negotiator and licker. Misalnya aja, membujuk dosen untuk menyempatkan diri meninjau skripsi kita, walaupun kita tahu resikonya bakalan disemprot habis-habisan di depan muka kita. well, that’s life.
Anyway, ada seseorang yang menyelusup masuk ke dalam e-mail gw dan mengirimkan pesan palsu atas nama gw. So, beware guys, selalu periksa tanda-tanda checklist “remember my password” yang tadinya kira pikir nggak penting, and always say no to password manager!
smooochie!!!! foto waktu di duFAn,,,, haueheuhauu.....

Posted at 12:46 pm by stephanie_cute
Permalink
Entah apa yang terjadi, tapi belakangan ini badan gw kurang fit. Padahal, gw sudah berusaha istirahat yang cukup dan tampaknya malah kelebihan nutrisi ;-p
Tau niy, semua orang bilang gw tambah ndut, hikhiks… masa pengaruh UBW belum hilang-hilang sih? (godaan magnum almond sulit ditolak). Padahal kan gw sudah berusaha diet dengan segala cara. Tampaknya ini saatnya untuk mulai olahraga lagi. Sejak magang gw kan sudah rehat fitness, lagipula member gw sudah habis. Gw pikir dengan mencuci dan setrika baju saja sudah cukup sweaty, tapi ternyata masih kurang bow! Mesti diniatin aerobik nih….
Huhuhu, pengeluaran gw banyak banget seh. Belum lagi printer gw positif rusak head-nya, dan harganya 425ribu, malah lebih mahal daripada harga printernya, wong edan! Jadi, sepertinya sampai gw sidang gw akan numpang nge-print di teman gw deh, dengan menggunakan cartridge gw. Mau apalagi, di tengah keterbatasan resource, kita mesti kreatif sedikitlah. Lalu, dosen gw kemarin tiba-tiba minta gw cari jurnal, ketika semuanya hampir rampung…. Mungkin dalam hal ini memang faktor luck gw kurang dibandingkan teman seangkatan gw yang sudah kolokium 13 nov. mereka dapat dosen yang kooperatif, dan gw sebaliknya. but, what can I say? I can’t change the world, so I’d better change the way I see the world.
Yah, beginilah nasib. Bukan sekali ini aja gw merasa seakan seluruh alam semesta menentang gw. Dulu menjelang mapres, printer gw error, keyboard gw rusak dan komputer gw kena virus ganas yang ketika dimusnahkan pakai anti virus, seluruh file makalah mapres gw ikut musnah! Yaps, bab I, bab II, bab III, semuanya….
Gw langsung lemezzz. Untungnya waktu itu sudah gw print, tapi alhasil sekarang gw nggak punya softcopy-nya lagi. Bisa dibayangkan kan gimana stressnya gw waktu itu. Karena nggak punya sisa waktu lagi, terpaksa gw pinjam keyboard teman gw yang tombol enternya mendelep ke dalam.
“Saat semua tidak berjalan sesuai dengan keinginanmu, telan saja, dan jalan terus!”
Kira-kira itu pesan Halle Berry mengenang nasibnya dahulu sebagai kaum negro yang selalu dianggap sebagai manusia kelas dua di Amrik sono. Gw mau berusaha positif nih, soalnya gw takut jadi gila. Banyak kan orang yang depresi lantas jadi gila atau bunuh diri? Hiiiiy….. amit-amit.
Anyway, I have through worse, so I think I’ll be okay. I will through this, badai pasti berlalu…. Kalau nggak kolokium 27 november juga nggak apa-apa. Gw juga sudah mulai melupakan impian untuk lulus bulan february. Gw Cuma berusaha yang terbaik, tanpa perlu ngoyo dan menyiksa diri sendiri. Ketika impian berbenturan dengan kenyataan, maka yang perlu kita lakukan adalah memahami dan kompromi. Perlu ada adjustment untuk semua hal dalam hidup, karena hidup ini bukan hanya rencana manusia, tapi ada satu kekuatan di luar sana, yang punya intervensi sangat besar…
Believe me, kalau nanti gw berhasil lulus February, itu semata-mata karena keajaiban dari Tuhan, and then you shall believe that miracle really exist.
“I have done my best, and let God do the rest!”
Posted at 12:37 pm by stephanie_cute
Permalink
Why rich people get richer and poor people get poorer
Lagi nonton metro TV niy, sedang membahas soal pembebasan bersyarat Tommy Soeharto. Bikin esmoshi aja deh mendengar pembelaan sang kepala lapas, udah jelas-jelas pembebasan Tommy Soeharto tuh penuh dengan tipu muslihat. Ngeles-nya kelihatan banget.. memang nyebelin banget deh menyaksikan semua kasus yang dibuat oleh putra mahkota cendana ini. Dari dulu selalu cari gara-gara, mulai dari bisnis kotor, main cewek, bom di Taman Mini, sampai akhirnya… membunuh Hakim Agung. Dan dia hanya dihukum 15 tahun penjara (catat: yang dijalani hanya 5 tahun) ~darn~!! What the…??
Sudahlah, pengadilan dunia memang nggak mampu mengadili seorang Tommy Soeharto. Anyway, cuma pengamatan amatiran aja sih, tapi kenapa ya gw melihat kecenderungan orang kaya semakin kaya, dan orang miskin terus-menerus miskin sampai akhir hayatnya. Of course, view people success change their life from rags to riches, like Donald Trump or Jeniffer Lopez, but more even get poorer… contoh simplenya aja ya.. kenapa masih banyak kakek2 atau nenek2 yang masih mengemis di jalanan, padahal mestinya kan mereka dirawat oleh anak-cucunya. Teorinya, mereka enggak tega membiarkan ibu/neneknya dalam usia serenta itu di jalanan. Kalau yang gw lihat di tv sih, biasanya alasan mereka masih mengemis dalam usia senja, antara lain, karena anaknya jobless. Bahkan, ada yang masih membiayai kehidupan anak-anaknya yang walaupun sudah berkeluarga dan punya anak banyak, namun belum sanggup membiayai diri sendiri.
Di sisi lain, walaupun banyak anak metropolis yang punya pergaulan jetset karena bapaknya pengusaha atau pejabat dan lantas jadi pecandu, namun tidak menutup mata juga bahwa banyak anak-anak mereka yang berhasil meneruskan dinasti bapaknya, atau bahkan sukses membangun dinasti sendiri. Contohnya, Putera Sampoerna atau Michael Salim (eh, bener nggak yah, namanya?) yang berhasil meneruskan kejayaan perusahaan orangtuanya. selain itu, kalo sering baca SWA pasti tau deh siapa aja anak-anak pengusaha yang kini sukses mengibarkan benderanya sendiri.
padahal, dongengnya, seorang yang merasakan pahitnya kemiskinan pasti berontak dan termotivasi untuk kehidupan yang lebih baik dan anak-anak orang berada mungkin terbuai dengan semua fasilitas yang diberikan oleh orangtuanya, dan tentunya, tekanan. Tapi, kenapa yang terjadi malah seorang anak miskin bertindak kriminal dan anak orang berada berhasil mencapai tampuk kepemimpinan?
And, then I realized, there’s only one keyword: education. Walaupun banyak faktor x yang mempengaruhi kegagalan atau kesuksesan seseorang adalah kualitas pendidikan. Nope, not only formal education, but mostly informal education, which is come from the family.
Posted at 12:27 pm by stephanie_cute
Permalink
Kayaknya gw sakit deh. kemarin habis survey ke Cianjur, lalu hari ini ada ujian etika bisnis. Tapi sebenarnya nggak akan kayak gini kalau gw nggak insomnia dan keterusan main dinnerdash. Yaps, gw pikir dengan main mungkin gw bakalan lebih santai (like all the people said), tapi yang ada malah merusak ritme hidup gw (baca: jam biologis). Walaupun sedari tadi gw berusaha untuk tidur supaya besok lebih baikan, tapi karena jam biologis, maka mata gw enggak kunjung terpejam.
Duh, hari ini mestinya ada bimbingan dengan sang profesor, semoga aja dia sudah pulang dari Ambon. Gw sudah menyiapkan usulan penelitian plus kuisioner, kemudian gw bakal menyodorkan dia lembar pengesahan kolokium, sebelum dia ngibrit lagi ke belahan dunia sana!
Sebenarnya hari ini ada sesuatu yang merusak mood gw. Huhuhu, gw nggak bisa kasitau apaan, yang pasti sangatlah menyebalkan…. Sampai sekarang masih kepikiran… You know, at this moment I feel like I try so hard and got so far, but in the end it doesn’t even matter. Yaps, as same as Linkin Park song. It bitching so much when you don’t get what you want.
Tapi gw mau berhenti mengeluh. Berusaha. Berusaha berhenti mengeluh. Walaupun susah, karena itu sifat dasar gw. Think positive aja, penghancur mood diatas memberikan gw power booster buat memacu diri, karena gw nggak mau kalah!! Ingat, sakitnya kalah= sakitnya patah hati. Mau ketawa? Silakan aja, hahahahaha. Tapi itu fakta. Setelah sekian lama terpuruk and losing objectives, lumayanlah sekarang ada stimulan kecil. Stimulan kecil yang kalau enggak disingkirkan bakalan mengganggu rencana gw. Huhuhuhu, susahnya….. pengen nangis rasanya… kenapa sih disaat menjelang garis finish selalu ada kerikil kecil yang mengganggu. Well, that’s life. Gw enggak mau terpeleset dan gegar otak gara-gara kerikil jelek itu. Huhuhuhu….
Sudahlah, gw mau berusaha tidur lagi, karena makin lama tulisan gw makin enggak jelas. Sepertinya gw harus memaksa diri meluangkan waktu (dan uang) untuk aerobik atau yoga deh. so I could get a good night sleep. Sudah lama gw nggak mendapatkan tidur yang berkualitas… tapi akhir-akhir ini pengeluaran gw banyak banget… betulin head printer, mesti nyembuhin jerawat, beli kertas satu rim… sedangkan gaji asdos menurun dengan drastis, huaaaa…..
;;;;;=sighs=;;;; I missed my last term ;’(
Posted at 12:14 pm by stephanie_cute
Permalink
Saturday, November 04, 2006
Kita semua berubah,
Dalam perjalanannya, ada yang pergi
untuk tiba-tiba,
Ada juga yang perlahan tapi pasti…
Seperti seorang anak yang
meninggalkan ibunya…
Selama ini aku bertanya,
Apa ada yang lebih berharga
daripada waktu,
Melebihi indahnya semburat senja
merah saat petang,
Atau tetesan embun yang jatuh di
pagi hari…
Jangan bertanya apa arti hidup
bagimu,
Tapi bertanyalah apa arti hidupmu
bagi orang lain..
Jika hidup sedemikian membosankan,
Lalu mengapa kamu takut hidup
direnggut darimu…
Posted at 02:44 pm by stephanie_cute
Permalink
Habis nonton vcd stigmata
(hahaheeheuhae, basi banget, I know…). Gw bukan tipikal orang blockbuster sih,
nonton semua film terbaru. I just watch movie when I want it, and apparently not
many times that mood comes. Banyak tuh vcd temen gw teronggok gitu aja di atas
kompie, nggak pernah gw tonton selama berbulan-bulan. naa, I watch stigmata,
karena tiba-tiba gw interest aja, mungkin film ini bakal memberikan meaning
buat gw.
Sebenernya, for this view months, gw
berada dalam pencarian. Gw nggak malu mengakui kalau gw sekarang sedang mencari
arti hidup, arti kebahagiaan, dan Tuhan. I bet, setiap orang dalam hidupnya
pasti pernah mengalami fase seperti gua. Each human must through this phase. Inget
nggak sih, pada waktu remaja kita ngalamin fase “mencari jati diri”? ternyata
fase ini nggak cuma berlangsung sekali, tapi bertahap, dan mungkin aja sampai
tua kita akan terus berkelana mencari jati diri yang sejati. Dan fase inilah yang menentukan hidup kita
selanjutnya mau dibawa kemana.
Sebelumnya gw ceritain dulu tentang
khotbah hari minggu. Hari minggu ini gw ikut acara dosen gw, semacam bazaar
untuk UKM gitu. Nah, sampe di kosan, gw ngantuk banget dan mutusin untuk nggak
ikutan legio. Buat apa pula legio kalo gw “tunduh” (bahasa sunda: ngantuk),
raga gw disana tapi jiwa gw ada di tempat tidur, haheuhehauheu… eventhough I
want it so much.. ini kan legio terakhir
sebelum gw pul-kam ke bogor..
But, anyway, I am sleeping, and
awaken at 3.20 p.m. kemudian gw menimbang-nimbang, going or not going to the
curch. Jujur aja, gw masih sarakit badan (baca: badan pada sakit-sakit, red.),
dan malesssshh… tapi, entah kenapa gw ngerasa harus pergi. Well, and then I
really went to church. At this moment, when I dunno things right or false, I’d
rather follow my heart..
Sang pastor bule (umm, kalo nggak
salah namanya Pastor Leo) datang telat, tapi dia memberikan tema misa yang
sungguh-sungguh…. (..speechless..).
Dia bilang begini, “banyak orang
yang merasa tidak bahagia dalam hidup, walaupun mereka telah memiliki
segalanya. Banyak pula orang yang mencari kebahagiaan dengan cara yang salah.
Pada misa kali ini kita akan merenungkan, apa sebenarnya arti kebahagiaan bagi
manusia.”
At that moment I know, that my
decision to come here was right.
Pada saat khotbah, ia bercerita
panjang lebar, tentang seorang kaya yang mengira bahwa kebahagiaan hidupnya
terletak pada uang yang banyak. Ia sibuk mencari uang, agar di hari tuanya ia
tak perlu kesusahan. Make sense memang. Semua orang memang perlu menabung untuk
hari tuanya, kan?
Tapi, satu hal yang kita lupa, kita nggak akan pernah tahu kapan kita
meninggal… siapa yang tahu kalau tabungan itu nggak akan pernah dipergunakan,
dan sebaiknya kita menabung hal yang lain, sebagai jaminan di akhirat..
Iyah, selama ini kita sibuk dengan
kebahagiaan duniawi. Pernah nggak sih kita memikirkan, kalau kita berbahagia di
kala hidup, namun setelah mati kita akan terbakar di neraka? Bagi orang yang
percaya Tuhan, neraka adalah tempat yang mengerikan…
Nah, orang kaya ini kemudian jatuh
sakit-sakitan dan semua hartanya malah terpakai untuk biaya rumah sakit.
Kemudian, ada seorang pastor mendatanginya dan berkata kalau ia akan bahagia
jika ia memberikan seluruh hartanya untuk kaum miskin dan terlantar. Tadinya ia
menolak, sampai mengusir pastor tersebut. namun, akhirnya ia sadar, dan memberikan
semua hartanya sampai tak bersisa.
Kemudian, terjadi keajaiban. Ia
sembuh…. Dan walaupun kini ia miskin, tapi ia merasa hatinya sangat kaya. Dari
sini Pastor Leo berkata, bahwa kunci kebahagiaan adalah pasrah kepada Tuhan.
Percaya bahwa Tuhan akan membawa kita ke tempat yang benar, dan jangan
khawatir..
=> about stigmata, indeed it
gives me a lot of meaning.
“Tuhan ada di dalam dirimu dan
setiap perbuatanmu, bukan di dalam gedung yang terdiri atas sebongkah kayu dan
batu. Belahlah sepotong kayu, dan kau akan menemukanKu didalamnya. Angkatlah
sebongkah batu, dan kau akan menemukanKu dibaliknya.”
To be clear, you have to watch it
by yourself ;-)
Posted at 02:32 pm by stephanie_cute
Permalink
Barusan baca fifth mountain. Sepertinya gw akan terus meresensi semua buku bagus yang pernah gw baca di blog ini. Kenapa? Because it was too good to be kept by myself. Gw nggak boleh menyimpan sendiri, melainkan gw harus membaginya kepada dunia, sama halnya seperti yang dilakukan oleh sang pengarang. Kayaknya gw mulai jadi fans sejati Paulo Coelho deh.
"knowledge is power. Share it and it will multiply."
=> mottonya temen gw niy, hehehheaheuhe…
Fifth mountain ini sebenarnya berasal dari potongan cerita dalam Alkitab, but actually maknanya bersifat universal. So, let us get rid off the boundaries. Pengotak-kotakan hanyalah buatan manusia dan akan menghalangi keindahan dunia itu sendiri.
Sebenarnya momentumnya bertepatan sekali dengan gw yang sedang kecewa. Kenapa? Karena gw sedang kecewa dengan diri gw sendiri dan seseorang. Gw sampai pada satu titik dimana gw menyadari gw begitu bodoh hingga tidak sadar bahwa gw sedang dimanfaatkan. Ini pesan juga buat teman-teman di luar sana.
Loe boleh menolak untuk bermain adu banteng, tapi loe mesti tahu gimana caranya menghindar dari banteng, just in case suatu saat banteng tersebut menyerang loe, jadi loe nggak akan mati konyol. So, stop being such a spoiler. Berharap kalau Tuhan atau bahkan Superman akan menyelamatkan loe dari kepedihan. It was you yourself is the saviour. Dari buku ini gw mengerti, kalau manusia perlu merasakan kepedihan mendalam agar mereka bisa merevitalisasi dirinya dan jadi orang yang jauh lebih baik. Dan pada saat itu loe nggak bisa lagi bermanja-manja sama Tuhan.
Kira-kira inilah efek-efek yang ditimbulkan buku ini sama gw:
-
Ada saat-saat dimana kita menjadi takut dan ragu, pada diri kita sendiri, orang lain, dan Tuhan. Dan itu manusiawi.
"Semua orang berhak meragukan tugas yang diperintahkan kepadanya, dan mengabaikannya sesekali, namun dia tidak boleh melupakannya. Sebab siapapun yang tidak meragukan dirinya sendiri berarti tidak layak –sebab dengan keyakinan penuh akan kemampuannya, berarti dia telah berbuat dosa kesombongan. Diberkatilah mereka yang mengalami saat-saat ragu."
- buku ini mengajarkan gw untuk mengatasi masa lalu. Ketika kita melihat ke belakang, maka hal itu akan menghalangi kita untuk melihat ke masa depan.
"kita harus selalu tahu, kapan suatu tahap dalam hidup kita telah berakhir. Kalau kita bersikeras mempertahankannya, padahal kita sudah tidak membutuhkannya, kita akan kehilangan suka cita dan makna hidup kita selebihnya. Dan ada resiko kita akan diguncang-guncang hebat oleh Tuhan."
Selama ini manusia selalu benci dengan perpisahan dan perubahan, tidak terkecuali gw. Change is uncomfortable. Ada sebagian diri kita yang melekat, tidak mau lepas dari masa lalu yang seharusnya kita tinggalkan. Maka, ketika kita melangkah ke masa depan, kita tidak akan menemukan apa yang kita cari karena pikiran kita ada pada masa lalu.
3. kadangkala Tuhan harus bersikap begitu keras agar kita tidak terbuai dan mau berubah.
Dalam cerita ini, sebuah kota harus dibakar dan penduduknya dibunuh dengan sadis, sampai hanya menyisakan beberapa orang tua, perempuan, dan anak kecil. Barulah kemudian penduduk yang tersisa itu mau berubah dan membangun kota menjadi lebih baik. Kadangkala kita membutuhkan guncangan besar, agar kita mau bangkit dari comfort zone dan bangkit berdiri.
Ada beberapa orang yang mengalami orang tuanya meninggal, rumah dan hartanya ludes, jatuh bangkrut, atau mengalami sakit mematikan, barulah mereka sadar dan mau berubah.
Ada sebuah buku yang berjudul "ikuti kata hatimu" bilang begini, "kita baru mau mempertahankan perkawinan, ketika kita sudah diambang perceraian." Yaps, itulah sejatinya manusia. Dalam hidup, setiap manusia harus ditegur berkali-kali, jumlahnya tergantung dari sesering apa manusia itu diam dan terbuai.
Memang pedih, perih, dan sakit. Tapi, seperti gw bilang, rasa sakit adalah salah satu pendorong motivasi bagi umat manusia. Kita perlu beberapa hari untuk menyesal dan bersedih, tapi setelah itu kita harus menghapus masa lalu dan bangkit menyongsong masa depan. Setelah kita bertumbuh, kita pasti akan mensyukuri semua peristiwa tidak mengenakkan yang pernah terjadi dalam hidup kita dan menyadari tujuannya…
"everything happened for a reason."
Jadi, coba deh pikirkan hal-hal buruk yang pernah terjadi dalam hidup anda.. dan apa efeknya terhadap diri anda di masa sekarang?
- yang terakhir, tentang makna hidup. Gw percaya, bahwa setiap manusia selalu bertanya-tanya tentang arti hidup mereka. Bullshit banget kalo ada orang yang selalu mantap menjalani hidup. We're not a stone.
Kita hidup ketika kita menginginkan sesuatu, belajar sesuatu, dan berguna. Ketika kita tidak menginginkan apa-apa, tidak belajar apa-apa, dan tidak berguna bagi orang lain, maka kita bisa dianggap MATI.
Ketika ada sejumlah orang tergantung pada diri loe, maka loe akan merasa berguna dan berhenti mempertanyakan hidup. Misalnya aja ketika loe menikah dan memiliki anak, maka loe akan terus hidup karena kelangsungan hidup anak itu sepenuhnya ada pada tangan loe. atau ketika loe merawat orang tua loe, maka sepenuhnya kesehatan dan kebahagiaan orang tua loe ada pada diri loe. and that was the time when you stop asking about life.
Sebenernya bisa dimulai dari sekarang, saat loe belajar untuk memberikan arti sama orang lain, maka loe akan merasa dibutuhkan and feel 'alive'.
Posted at 02:18 pm by stephanie_cute
Permalink
|
|

stephanie_cuteSeptember 26th Female Indonesia welcome to my blog!
occupations:
student at padjajaran university, majoring economy management
favorites movies:
comedy, superhero, and sci-fi movies.
favorite books:
self-help books; you can win-siv khera (u got to read this!! if u want to, i can give u the pdf file), and autobiography books such as soe hok gie.
favorite food:
any food that not contains sea food, frog, goat, duck, and other weird animal (i think we shouldn't be too greedy, should we?)
interest:
fashion design (hopefully someday i could make my own fashion brand) and marketing.
it's me!!!

|
|