Entry: bacabacabaca Wednesday, November 29, 2006



Gw baru benar-benar "memaknai" kalimat diatas sejak skripsi. Habis, kalau ada yang gw nggak ngerti, orang-orang pasti bilang, "baca dulu deh bukunya!", dosen gw selalu bilang, "mana bukunya? Karangan siapa?", dan sudah berhari-hari ini gw mencari buku statistik multivariat karangan Wanakota yang raib di pasaran. Bisa dibilang, gw menghabiskan waktu sangat banyak untuk mencari-cari buku ini, ke perpus cisral dan perpus ekstensi. Katanya sih, buku ini memang langka, ahuhuhuhu….

Sebenernya gw banyak berpikir, kenapa ya kayaknya siksaan gw nggak sebesar ini pada waktu buat karya ilmiah Mapres, padahal kan judulnya sama-sama "karya ilmiah", yah walaupun yang kemaren bersifat kualitatif. Sebenarnya ini gara-gara jasa internet sih, soalnya semua bahan gw kemaren berasal dari internet. Nggak kebayang deh apa jadinya dunia ini tanpa internet, nggak kebayang sepuluh tahun lalu semua orang mencari-cari sumber di perpustakaan…

==> ai'ma bukz loppphher....

Kali ini internet juga banyak berjasa, buktinya gw dapet thesis customer perceived value dari internet, yang sedikit banyak menyelamatkan nyawa gw juga. Cuma, ada hal-hal yang nggak bisa dilakukan sama internet, salah satunya ya buku itu. Mana ada sih isi buku dibeberkan di internet? Memang ada e-book, tapi biasanya itu karangan barat semua. Mana ada buku Indonesia yang dibikin e-booknya? Makanya itu gw bilang buku adalah jendela dunia, jendela yang nggak bisa digantikan oleh apapun. Kalau tinjauan pustaka, ya mesti dari pustaka, bukan dari internet. Makanya itu, mungkin walaupun jaman sudah berganti, dan IT sudah merajalela, tetap belum ada yang bisa menggantikan buku.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments